Saturday, March 31, 2012

Duel yang Dinanti-Nanti

Sudah bukan rahasia lagi jika Kelas Perlindungan Terhadap Ilmu Hitam merupakan kelas favorite Snape. Dan hari ini seluruh murid tahun keempat akan mempelajari duel. Snape tersenyum, bukan sekedar tersenyum senang akan materi pelajaran favoritnya
ini, tetapi juga senyuman yang meracik antusiasme menjadi sebuah nafsu membunuh.

"Severus Snape akan berlatih duel bersama James Potter," Saut Profesor. Murid mulai bergiliran untuk duel dengan partner yang telah ditentukan sementara jantung Snape pun semakin menggebu-gebu seakan-akan ingin keluar dari rusuknya. Semua juga tahu bahwa Snape menyimpan rasa tidak suka terhadap James. Snape sudah membayangkan bagaimana ia akan merobek-robek kulit James, melilitnya di dedalu perkasa dan hal liar lainnya sampai tiba-tiba imajinasinya terdistraksi oleh panggilan untuknya dan James,"Giliran kalian".

Mereka berdua sudah di arena. James terlihat begitu santai, bahkan tidak mempedulikan antusiasme yang terlihat dari sorotan mata Snape.

"3, 2, 1!"
 
"Protego!", dengan sigap James langsung mengeluarkan mantera proteksi. Sepertinya gerakan Snape terbaca.
"Lumos Solem," Cahaya yang sangat terang tiba-tiba muncul dari tongkat kayu oak milik Snape. James sedikit mengalami kesulitan dalam penglihatan dan mencoba menyerang dengan mantera Flipendo yang ternyata mengenai bahu kiri Snape.
"Bombarda Maxima!" Seketika cahaya redup dari tongkat Snape hilang dan menimbulkan ledakan di arena yang terbuat dari lantai batu. Belum selesai, Snape melanjutkan,"Vera Vecto!" dan bekas ledakan yang terdiri dari batu-batuan itu berubah menjadi puluhan burung gagak yang hendak menyerang James. Tongkat James direbut oleh salah satu gagak, sisanya menyerang jubahnya dan mengacaukan area penglihatan James dengan kepakan sayapnya.

"50 poin untuk Slytherin," adalah kalimat terakhir dari profesor sebelum meninggalkan kelas. Snape senyum puas seketika.

Friday, March 30, 2012

Celoteh Si Gemini Iklan

Halo! Sebelumnya sebagai Gemini saya mohon maaf atas rumah-rumah tulisan yang sebelumya saya rawat tapi dijajah oleh rasa jenuh. Sebenarnya alasan saya menciptakan rumah tulisan ini tidak lain dan tidak bukan adalah untuk belajar dengan berkarya. Ya, saya akan selalu mencari tempat untuk menghapuskan rasa "haus" ini.

Perkenalkan, Gemini. Hanya sebuah judul rumah tulisan ini, konstelasi yang cukup menarik. Dua pribadi (mereka bilang). Saya sendiri tidak merasa begitu dan tidak percaya. Kata Mama,"Zodiak itu musyrik ya!". Maka, semakin mantaplah saya untuk tidak percaya. Namun seiring dengan tarian waktu, terbentuklah kecintaan saya akan sebuah cerita dibalik astrologi. Dimana rasi-rasi bintang diatas kita mampu membuat kita tersenyum karena dua alasan; keindahannya dan ketepatannya.

Dan terima kasih sudah mau membaca satu paragraf iklan diatas, yang isinya hanyalah tentang saya hahahaha. Mengenai rumah ini, saya tidak bisa menjamin akan hanya ada saya. Tapi akan ada gue, aku, atau mungkin "wa"? Hahahaha.. No need to be well-mannered. Cukup izinkan Gemini menemukan jati dirinya. Kalau kejenuhan mulai mengincar rumah ini, saya harap ada yang baik hati untuk mengingatkan saya. Dan saya harap semua akan indah pada waktunya.... Em, Mas nasi goreng kambing saya belum jadi ya?

Salam hangat, Wafi, mahasiswa iklan, 19 tahun.

Mas, jangan lupa nasinya nggak pakai sambal ya!