5 bulan delapan hari berlalu.
5 bulan tujuh hari aku masih berdiri di tempat yang sama.
Ketika kumiliki persinggahan baru, mengapa kau biarkan diriku lupa akan sedih dan tawa yang telah kutoreh sendiri disini?
Toreh. Terdengar berlebihan ya?
Ya deh.. Tekan-tekan tombol lebih terdengar asik
Untuk si munafik.
Kok marah? Bukannya memang benar begitu?
Biar munafik yang penting asik.
Aku terlarut dalam badai yang orang dewasa bilang "realita setelah wisuda".
Aku mulai putus asa, dari sakit hati, hati-hati sampai naik kereta api untuk kembali berani sakit hati.
Aku punya siapa? Sahabat-sahabat pengertian yang memang belum mengerti namun tetap mencoba.
Dan kamu, entah apa dan siapa. Setidaknya hanya dengan tekan-tekan tombol, aku merasa berhasil menyampaikan catatan badai tempo lalu kepadamu dengan sempurna.. dan asik.
Lalu kumenemukan kapal, ku berhasil. Lalu aku lupa kamu.
Maafin ya?
Ya deh. Emang aku sibuk..
Yang penting keliatan asik kan?
Sekali lagi, biar munafik yang penting asik.
Sampai bertemu di badai berikutnya.