Monday, April 16, 2012

Klimaks Si Nomor 1

Alexis Black, terkenal dengan kesabarannya dan ketelitiannya dalam kriminal. Namanya sempat tercatat sebagai peringkat 3 dalam daftar perampok bank paling dicari oleh FBI. Semenjak Vicellous Drum terbunuh di insiden perampokan Bank International USA, kini dia menduduki peringkat 1. Kelihaian Alexis juga didukung oleh insting peka dan jenius oleh sang suami, Tripp Kennedy.

Suatu hari sempat kedapatan situs FBI di-hack oleh Alexis dan menuliskan pernyataan bahwa namanya akan hilang dari daftar perampok bank paling dicari dalam waktu kurang lebih 2 tahun. Apakah ini trik yang lain? Atau keputusan serius untuk berhenti bermain?

PS: Selalu digunakan di tempat yang penuh pengganggu kecil bersayap, "Flypaper" (2011).

Sunday, April 15, 2012

Laba-Laba CIA

Evelyn Salt, namanya melambung setelah insiden di Gedung Putih setahun yang lalu. Berhasil melarikan diri, rumornya gadis dingin ini keliling USA untuk menghabisi seluruh pemberontak Russia yang tersisa. Namun belum pernah ada yang melihatnya aksinya. CIA pun mengakui dia sebagai salah satu anggota terbaik yang pernah ada. Sayang, keberadaannya tak diketahui hingga saat ini. Atau mungkin dia sudah menemukan ketenangan batin bersama sekumpulan laba-laba di Taman Zoologi Nasional Smithsonian? Mungkin.

PS: Terima kasih atas inspirasinya, "Salt" (2010).

Friday, April 13, 2012

Hari Arian di Jumat ke-13


April memiliki Jumat ke-13
Salam untuk kawan baik yang sedang menkmati hari kelahirannya
Untuk seorang Arian, Prasetyo muda.

Permainan Pendosa

Sejuknya aroma pantai membangunkanku
Berlari menuju percikan ombak
Ada ubur-ubur menangis
Tak mampu berair karena tak bermata
Tak mengerti apa arti semua ini
Ku kembali memejamkan mata

Suara menggelagar
Mataku terbuka mendadak seakan pintu gawat darurat
Apa sih maksudnya?
Hujan dan gemuruh semakin murka
Berharap Zeus meninggalkan trident-nya tanpa sengaja
Dengan sadar, aku kembali ke alam bawah sadar

Kali ini seorang wanita terbaik
Menyentuh pundak-ku
Tersadar adalah bukan pilihan lagi
Dia berkata bahwa tidurku yang memanggilnya
Tidur yang menghapuskan kesucian

Kebodohanku medorongku untuk kembali ke air
Untuk ketiga kalinya aku basah
Dan dengan niat bulat, aku menemui wanita itu
 "Iya, Ma. Ini mau shalat kok."

Langit subuh menyejukkan tukang tidur
Setan pintar meracik bumbu dalam hati
Permainan selesai
Mengantuk namun beribadah
Akhirnya aku berhasil menjalankan kewajiban di wudhu ketiga.
Ketiga setelah kedua wudhu sebelumnya musnah oleh kantuk

Sunday, April 8, 2012

Figuran Berperan, Kita Terperangah

Diawali dengan tanggung jawab sebagai mahasiswa, ada Si Serius yang mengendap di benak kita. Dilanjut dengan Si Persepsi yang menguasai malam sebelum hari favoritnya sang surya. Dan diakhiri oleh Si Chemistry diantara dua orang sahabat, tak ada rasa malu dan memabukkan.

Sebuah perjalanan terjadi antara aku dengannya. Hubungan antar layar dan koneksi internet memfasilitasi kita. Si Serius mengawali perbincangan dengan mengangkat rumusan masalah dan analisa. Antara terpecahkan atau membiarkan adalah hasil temuan sementara Si Serius. Si Persepsi dengan santai menginterupsi dan mulai berdebat dengan si serius yang menggunakan kewajiban sebagai senjatanya! Si Persepsi tersenyum, dia menggunakan fakta-fakta historis yang terlalu manis akan peranan sebuah malam minggu. Panas? Mungkin. Tapi aku tak peduli. Si Chemistry mendinginkan perbincangan disini. Tanpa rasa malu dia memancing tawa antara aku dengannya. 

Dan maaf! Bahkan ketika jari-jariku menari diatas keyboard untuk menyampaikan bagaimana malam ini dengannya. Kemunculan namanya masih bisa menjadi distraksi, si chemistry terpanggil kembali.

Kembali ke bagian bagaimana Si Chemistry menghapuskan rasa malu di malam ini. Sedikit menyampaikan ulang, tugas kuliah yang telah diselesaikan oleh si serius, dilanjut dengan Si Persepsi yang membiarkan Si Chemistry bermain. Maka bermunculanlah kebahagian-kebahagiaan simple, bagaikan cokelat di hari Halloween yang dibungkus dengan berbagai macam bentuk. Ada pendapat, canda, gosip, sindiran, pengakuan bahkan curahan hati.

Bagian yang paling menarik adalah, ketika Si Chemistry mempermainkan kita! Ya, dia memancing kata-kata ber-tone desperate untuk keluar dari mulut kita. Kata-kata lawan bicaraku menyelam di dalam benakku dan kata-katanya menyelam di benakku. Memang kita berdua single, tapi kita strong dan independent kok. Denial? Tidak kok, tidak salah lagi hahahahaha..

Perbincangan malam ini berakhir. Dan aku bisa menyimpulkan bahwa kebahagian bisa muncul kapan saja kok, asal kita mau melihat sekitar atau bahkan melihat ke dalam diri kita sendiri. Selamat malam, para pencari rasa!


PS: Hai Serius, Persepsi dan Chemistry! Terima kasih banyak telah memeriahkan malam kita. Salam hangat dari sahabat!

Friday, April 6, 2012

Buktinya Mana?

Cowok: Pokoknya ya gue mau jadi creative director sukses, banyak uangnya, kalau kerja seneng terus sampai mampus. Dan nama gue bakal berjejer di award-award international.
Cewek: Oya?
Cowok: Iya! Malaikat juga tau kalau gue yakin sejuta persen sama mimpi gue! Uh nggak sabar!
Cewek: Oooh.. Buktinya mana? 
Cowok: Em.. hehehehe..
Narator: Apapun mimpimu jangan dibiarkan menjadi mimpi. Mari buktikan semangatmu dengan berkarya, bukan omong belaka.

Wednesday, April 4, 2012

Romansa Sederhana

I may be right, I may be wrong,
But I'm perfectly willing to swear
That when you turned and smiled at me
A nightingale sang in Berkeley Square

Jam menunjukan pukul 10 malam. Senyumnya terbentuk malu-malu. Lantunan jazz Rod Stewart bergesekkan dengan dentingan dari cangkir-cangkir kosong yang beradu ketika diangkat oleh waiter. Mengaduk teh hangat dengan sendok mungilnya, menjadi pelindung dari apa yang dia rasakan sekarang. Tak ada kontak mata! Ya, tak ada hingga kehangatan dirasakan oleh tangannya. Dia sedikit tertegup dan menatap seakan-akan matanya berkata seribu bahasa yang hendak disampaikan oleh hatinya. Kini terlihat, ketulusan mengusir rasa malunya. Aku nyaman bisa melihatnya. Tapi memang dialog kali ini sepertinya dikuasai oleh keheningan dan tatapan penuh arti, mungkin bibir merasa kecewa. Aku menebak bahwa tak ada kata yang berani mewakilkan dirinya untuk menggambarkan rasa.

Beberapa pengunjung lain berusaha tidak melihat adegan ini, entah mereka merasa terlalu berpengalaman dalam hal cinta atau memang mereka merasa terlalu klise untuk menyaksikan ketulusan sehingga mengatas-namakan drama sebagai sesuatu yang menggelikan. Tak peduli, yang aku percaya saat seperti ini memang harus dinikmati. Helaian rambutnya begitu mempesona, ditambah senyuman sederhana yang terlalu berarti.

"Maaf mengganggu, setengah jam lagi kita tutup. Ada yang mau dipesan lagi?" Dengan sangat menyesal aku harus memecah suasana manis kedua pasangan ini. Aku terlalu sejuk memandang mereka dari meja resepsionis.

"Oh, nggak kok. Kita udah selesai. Boleh minta bill-nya, Mas?" Jawab pasangan si manis. Dengan sigap aku segera memberikan bill-nya sambil senyum menambahkan, "Bahagia itu sederhana ya? Mampir lagi ya."

Dengan jawaban non-verbal yang berarti mengiyakan, lalu mereka meninggalkan cafe ini dengan tawa kecil.