Monday, December 31, 2012

Salam Warna

Kenalkan, 2012 dengan warnanya

Januari penuh warna
Februari satu warna pudar namun tak menghapuskan kecerian kombinasinya
Maret hingga Mei tetap ramai dengan warna-warna dalam garis yang damai
Juni semakin riang gembira, kontras warnanya meningkat drastis.
Juli memiliki warna baru, kali ini warna rasa syukur yang melengkapi keceriaan yang lain
Agustus kehilangan warna baik yang belum lama singgah, warna syukur tersebut maupun beberapa warna ceria
September belum stabil, sang warna saling mencari warna lainnya
Oktober dipertemukan dengan warna yang sempat menghilang di Agustus, tapi tidak melengkapi
November kembali seperti semula, warna-warna ceria sehari-hari
Desember ini kedatangan tamu warna rasa ego untuk beberapa saat

Saya tunggu kembalinya Januari yang penuh warna, semoga tetap penuh
Salam Gemini untuk 2013

Happy New Year!

Monday, December 24, 2012

Hutang Kebahagiaan

Hari ini sampai rumah.
Kangen kamar dan isinya dong?
Kangen makanan rumah tanpa harus nyari dompet lagi?
Bahkan kurun waktu yang hanya seminggu dua minggu bisa menjawabnya.
Yaiyalah kangen.

Sampai kamar
Buka laci banyak biskuit rasa pisang cokelat
Komik-komik berdiri rapi di meja belajar bagai serdadu catur di awal permainan
Lalu lompat ke kasur
Charge handphone lalu ketiduran
Nikmat banget

Sampai ruang makan
Cek kulkas banyak susu
Cokelat yang nyempil-nyempil manis di freezer
Meja makan ada geng tempe tepung, tumis kangkung dan ayam cabe hijau
Kenyang tanpa harus dengar "Sepuluh ribu, Mas."

Siapa yang bertanggung jawab atas rasa bahagia ini?
Apakah dia bahagia juga?
Aduh.

Kalau sampai nggak bahagia, sumpah umur 20 tahun ini harus bisa ganti rugi.
Semacam kontrak sampai sisa hidup.
Untuk balas semuanya, lebih dari yang dia kasih.
Ya nggak mungkin juga sih sampai lebih.
Ya tapi harus. Anggap aja tantangan untuk kita berdua.

Sayang banget sama Mama. Sumpah nggak bohong.

Saturday, November 24, 2012

Kembang Api

"Kamu tau nggak? Aku baru tau lho dari kalendar kakak kalau ternyata tanggal-tanggal segini tuh suka ada pesta kembang api gitu di daerah Kota Tua."
"Oh ya? Wah aku juga baru tau."
"Iya, aku juga makanya aku cerita."
"Ooh..."
"Kok oh aja?"
"Ya karena aku baru tau juga."
"Ih...."
"Hahahaha.."
"Kok ketawa?"
"Pengen aja."
".... Terserah kamu deh."
"Yeee... Kok sewot?"
"Nggak tuh."
"Terus kok ketus gitu?"
"Terserah ah. Aku bete sih kamu tuh kalau dikodein tuh begitu, nggak peka. Aku kan pengen kesana."
"Hahaha.. Lagian kamu tinggal ajak aku aja kesana. Sok sok kode segala, dikata aku Gameshark."
"Berarti kita jadi nih ya nonton kembang api? Asik..."
"Nggak. Tuh kembang api-nya muncul duluan. Senyum lagi deh.."

Monday, November 19, 2012

Surat Senyum

Halo, perlu aku tanya apa kabar? Nggak ya? Kan kita masih follow-followan jadi aku tahulah. Basa-basi dulu boleh ya? Aku baru main Pokemon terbaru dong. Anyway, aku kangen kamu. Eh ini bukan basa-basi! Ini serius. Ini bahkan seratus duapuluh ribu lima ratus sembilan puluh duarius. Serius, aku bohong.

Jangan marah dong. Apa coba untungnya kangen? Sekarang aku tanya ya, emang kalau kangennya aku terobati kamu untung apa? Peluk? Cium? Atau bully? Nggak penting.

Kamu mau tau apa yang penting menurut aku? Senyum kamu.
Senyum sok imut kamu ketika aku bilang kamu cantiknya juara kalau bangun tidur.
Senyum sok tegar kamu ketika aku bilang jadwal jalan kita batal karena ada rapat mendadak.
Senyum nyinyir kamu ketika aku bilang bahwa pacar barunya si mantan anak nongkrong Mall Atrium.
Senyum sopan kamu ketika aku bilang ke mama kalau porsi makan kamu sepisin aja.
Senyum girang kamu ketika aku bilang ada cafe baru yang sering menyelenggarakan live music band Dua.
Senyum kamu, balasan senyum aku.

Yaudah, kamu nggak usah senyam-senyum juga.
Kan aku nggak bisa lihat juga.
Eh tapi boleh deh kirim kesini foto kamu yang lagi senyum.
Pakai baju yang aku kasih juga boleh.

Sebenarnya cuman mau pastiin aja kalau kamu masih suka tersenyum.
Kalau nggak senyum, aku buat kamu putus dengan senyum. Canda.
Mau bilang aja senyum obat segala penyakit.
Bosen ya aku bilang gitu terus?
Yang penting kamu jangan bosen senyum.

Aku tunggu sehat kamu di masa depan. Untuk donasi senyum kamu buat aku.

PS: Aku bohong kalau aku nggak kangen.

Idear

They say good is enemy of great
We agree and we debate.
"Do you like this because you're the one who come out with this?"

We disagree and we debate
We laugh and we debate
We tease and we debate
We make ad and we feel bad

What's the point of being great when we can't even respect ourselves, my dear ones?

Idea. Idea. I dear idea.
Let's kick so far away and forget the lost ball out there.
Win or lose it's the matter of appreciation tho' we're already to appreciate ourselves at very first.

Nothing to lose, cause we're the boss.
Don't stop creating or mad mom will be coming.

Monday, November 12, 2012

Matematika Harapan

Satu dua tiga empat
Kamu bilang utara dan aku bilang selatan.
Beda ya biasa.
Kamu caci maki hujan, padahal hatimu tumbuh dalam mendungnya.
Kali ini nggak biasa.

Apa sih yang kamu cari?
Satu dua tiga tak ada cahaya.
Kalau begitu biarkan aku pelajari gelapnya imajinasi dirimu.
Aku ingin mengerti 
Jalan buntu hadir dengan begitu saja.
Lalu aku mencoba untuk mengerta mengertu mengerte mengerto.
Tetap tidak ada arti.

Kayaknya aku harus mencari seminar matematika harapan.
Sulit nggak sulit, semoga setidaknya sertifikat dan goodie bag-nya nggak pahit.

Tuesday, November 6, 2012

Hallobeen



What's the meaning of Halloween? It doesn't matter anyway, little bee has been happy since this halloween. He's been there, happy and waiting to come back. Oh Hallobeen.

Wednesday, October 10, 2012

Sakit Original

Awalnya kita sehat. Mengunyah empat sehat.
Sehat di setiap sudut anggota. Menyempurnakan dengan lima.
Sehat itu mahal, kecuali untuk kita para milyarder.

Hingga akhirnya kita dipaksa kenalan dengannya. Iya, sakit.
Sehat sehat sehat sakit sehat. Alhamdulillah.
Untungnya sakit cuma tamu sesaat.
Eh, bel bunyi? Kayaknya kita kedatangan tamu.

Sakit. Tapi kali ini berbeda.
Dia tak lagi berwujud getah hijau.
Dia juga bukan si-tak-terlihat-dengan-kemampuan-membelah-diri

Matanya terlalu indah untuk disebut Sakit. Terpantul masa depan yang kita harapkan.
Senyum mungilnya membuat kita tak percaya bahwa dialah Sakit.
Aduh, Sakit itu fake. Demikian kita semua tak ingin percaya.

Sakit masuk, minum kopi, tersenyum, tertawa, bercanda. Bahagia banget atau bahagia aja?
Lalu pulang dan tak kembali.
Sakit, originally.

Friday, October 5, 2012

Cinderella Ribet

Di ruangan ini aku seperti di-intimidasi untuk merasa nikmat. Warna-warni yang menghiasi sudut-sudut ruangan ini seakan-akan menutupi keburukan yang pernah ada. Berapa ratusan air mata ya yang pernah menetes disini? Sendirian, aku mulai takut seakan-akan terjebak dalam permainan yang membungkus keluh dan kesah.

"Coba baca yang ini.. Ini tentang Cinderella. Kamu tahu kan Cinderella?" Senyum seorang wanita kepadaku yang muncul dari balik pintu sambil menggengam buku. Bibir ini tak mau menjawab seakan-akan aku tidak tahu. Aku hanya bosan dengan Cinderella, gara-gara pesta dansa aja dibuat ribet.

Wanita tersebut mulai bercerita. Apron berwarna putih kusamnya dan muka agak lusuhnya terlihat seperti tanda lelah. Hebat, dia masih bisa tersenyum sambil menyampaikan kata demi kata dalam dongeng tersebut. Entah kenapa aku yakin ada duri-duri beracun dibaliknya, atau mungkin air liurnya adalah obat bius alami.

Aku mulai tidak betah. Jantung berisik dan mengganggu mata. Tak tahan lagi, air mata menjelaskan semuanya.

"Mamaaaaaa dimanaaaa? Ade mau pulaaaaang.... Adeeee nggak sukaaaa disiniiiii... Huwaaaahhh hiks hiks huwaaaaa...."

Aku benci tempat penitipan anak ini.

Wednesday, September 26, 2012

Oot Kolot

*suatu hari di telepon* 

I miss you like, a lot. Too lot, sampe alot........ Apa?? Lo bilang gue bolot?! Bandot?! Kok nyolot?! Sini adu otot! Cot.

*tut tut tut tut tut*
- Biasa dipanggil OOT

Sunday, September 23, 2012

Retrouvailles

It was Saturday, 5'o clock.
I just got home while my phone kept reminding about what we called responsibilities.
I took few milk candies and I blamed myself for the device that can save what we called responsibilities.
I jumped to the bed and I planned what to watch tonight.

I overslept and questioned how could I don't realize tiredness inside.
I giggled by myself, I was too pahhy. Pahhy-pahhy-happy.
Don't ask, I just added pahhy as adjective which could fit for your Saturday night.

Non-sense but happy. Fragile but happy.
There was nothing to besides writing how come dancing marionette could get broken so easily.
I needed toy box. I needed margarita with 0% alcohol.
Happiness stayed for so long, and started getting bored.
It craves some more friends called joy, bliss, delight, enjoyment and blablabla.

What did I have to do then? Followed my desire?
I forgot to watch DVD so I wrote and I tweeted.

So again, I ended the day happily.

PS: Yesterday I ended it with Oreo and Adobe Illustrator.
       Some say I need retrouvailles to share this shit called happiness.
       
Retrouvailles (French): The happiness of meeting again after a long time.

Monday, September 17, 2012

Marisa Happy Marisa

Hari ke empat bulan ke sembilan, ribuan doa dan selamat untuk Marisa kesayangan.
Selamat 21 tahun, Marisa!

Friday, September 14, 2012

Not So Pathetic Workaholic

"Being part of advertising industry is one my best pleasure in my life." said Shu in his blog. Shu couldn't thank God enough because of his recent lucks. Few months before he graduated, he had been working in one of most prestigious advertising agency in capital city. Winning several advertising competition category student made him recognized as young rising star in this creative industry.

6 years after graduation, Shu was already titled as youngest creative director in nation. Praise was no longer flattering to him except the ones from clients. Passionate and ambitious were two words that fitted when it came to represent himself. Ad-people knew Shu as one of best creative director to cooperate with.

Now, those glorious spans were only memory to Shu. He retired after spending 30 years in industry. Sentenced having lung cancer, Shu tried hard to hide his fear  in front of  his devoted wife, Martha. Luckily Martha would always be on his side whenever Shu needs her.

One day Shu found the blog that he wrote 30 years ago. Shu couldn't hold his tears and what Martha could only do was sitting beside him and offering shoulder to cry on. He suddenly remembered what he faced back then like over time assignments, overloaded projects and another devastating job things.

"It seems like big mistake, but I regret nothing in this life. Thank you for being faithful to me while I  was being too faithful to my own job. I'm glad that I'm spending the rest of life with you, Martha," said him.

Monday, September 3, 2012

Sumpah Serabi

Harum surabi dan perbincangan bapak-bapak paruh baya menjadi pengiring malam ini. Lalu ditambah oleh waiter dengan senandung James Blunt dari speaker 10 cm tua yang dipasang di setiap sudut dinding ruangan.

Did I disappoint you or let you down?
Should I be feeling guilty or let the judges frown?
'Cause I saw the end before we'd begun,
Yes I saw you were blinded and I knew I had won.

"Enak nggak sih surabinya menurut lo?"
"Lumayanlah. Gue sih nggak terlalu suka surabi cuman emang yang ini cocok aja sama lidah gue"
"Enakan mana sama serabi?"
"Emm... enakan sorabi."
"Hahaha... Banyak nama arti sama."

Seperti biasanya, setiap malam Sabtu sepulang kantor saya habiskan dengan hang out ringan, di kedai surabi sederhana daerah Jakarta Selatan. Bedanya kali ini saya tidak bersama teman kantor melainkan seseorang yang saya kenal sejak SMA. Dia seseorang yang random dan selalu mempunyai pertanyaan menggelitik dengan insight menarik.

"Gimana pekerjaan lo?," tanyanya.
"Biasalah..," balas dia, dilanjut dengan tawa ringan. 
"Biasa dipecat?"
"Hahahahahahaha..."
"Tuhkan..."

Tidak berubah, dia masih lebih mementingkan angka-angka diatas 8 saat pagi hari. Bakat ada namun dia lebih memilih untuk menyembunyikannya dengan ego.

"Mau sampai kapan?" Agak kesal saya bertanya. Mungkin karena saking kasiannya mengingat orang tuanya sudah terlalu tua untuk membiayai dia lagi.
"Hmm.. Sampai bosen."
"Kapan?"
"Tanya surabi gue aja nih. Dia tau kali."
"Yeeee.."

Uniknya di kondisinya yang seperti ini dia masih bisa tertawa seakan-akan semua baik-baik saja. Saya harus mengakui kalau memang ada sisi menarik dalam bagaimana dia menjalani hidup, seakan-akan semua masalah hanyalah angin lewat baginya.

"Gini aja, gimana kalau kita buat perjanjian."
"Perjanjian? Berani janjiin apa lo ke gue?," balasnya dengan mengerenyitkan dahinya, seakan-akan mencium sesuatu yang menarik.
"Iye, surabi ini saksinya. Lo harus janji untuk serius dalam pekerjaan lo berikutnya."
"Terus peran lo apa?"
"Gue? Gue janji gue bakal nasehatin lo terus kayak gini. Hahahaha..." Saya tertawa sekiranya untuk menutupi kehabisan ide apa lagi agar dia mau serius.

Goodbye my lover.
Goodbye my friend.
You have been the one.
You have been the one for me.

"Hehehe.." tawa ringannya tersirat, kali ini ada rasa lelah.

"Gue nggak yakin gue bisa nikmatin hasil kerja keras gue. Gue nggak yakin bisa happy atas usaha gue sendiri. Okay, gue happy cuman apa artinya happiness kalau lo nggak bisa share dengan orang yang lo sayang?"

I'm so hollow, baby, I'm so hollow.
I'm so, I'm so, I'm so hollow.
I'm so hollow, baby, I'm so hollow.
I'm so, I'm so, I'm so hollow. 

"Lo yakin, Gemini? Move on aja susah." Timbal saya. Mengakhir perbincangan kita.

Thursday, August 23, 2012

Hasil Pertandingan

"Yang sampai warung si ncik duluan dia yang menang ya!"
"Bener ya? Hayuk!"
"Satu... Dua.. Tiga!"

Jaman dulu, seperti itulah kita melihat menang dan kalah.
Sekarang? Tidak hanya hitam putih, abu-abupun berperan.

"Aku berasa pemenang nih bisa duduk disini sama kamu hehehehe..."
"Pemenang? Ah.. Kalau pemenang berarti kamu nggak boleh nyesel ya sampai kapanpun!"

Pagi siang sore malam subuh.
Berputar tak kenal lelah.
Menang kalah menang kalah menang kalah, masalah?

"Kenapa kita harus duduk disini lagi?"
"Nyesel? Katanya pemenang."

Mati. Hahahaha...

"Bisa survive sejauh ini, bisa cuek sama fakta kalau kamu kesini bukan untuk aku lagi, bahkan bisa peluk orang lain walaupun dengan rasa yang berbeda, aku udah ngerasa pemenang kok."

Karena perkara menang kalah sudah ada porsinya masing-masing. Pret.

Saturday, August 4, 2012

Terima Kasih Takut

"Ah, cupu. Prove it if you really need her." geram sahabatnya. Dia, seorang pria yang ambisius. Dia, mempunyai mimpi yang tak habis-habis. Namun dia, tetap berusaha untuk mensyukuri bahagia di setiap sudut momennya. Dia bahkan merasa percaya diri akan pemikiran-pemikiran rasional yang telah dibangun dalam dirinya sejak dulu.

Hingga akhirnya, emosi menjajah hidupnya. Iya, sejak kupu-kupu menemukan jalan pintas ke tubuhnya. Ah, dia menginjak kotak start penuh arti sementara fakta bernama kehilangan sudah stand by di beberapa kotak sebelum kotak finish kertas ular tangganya.

Logika. Emosi. Logika. Emosi. Logika. Sosok ketiga? Tahan, dia lebih memilih untuk memecat gengsi. Karena menurut penulis, semua akan indah pada waktunya. Dan dia berharap bisa mengerti segalanya. Maka dia berterima kasih kepada takut yang menghantui di awal kisah, karenanya dia merasa terlindungi dari kejutan di akhir bulan. "Sekali lagi, terima kasih takut".

Macaca fascicularis.

Monday, July 23, 2012

Gemini Takut Semut

Dasar ego, singa, kerang, keras, David (Naif maksudnya) dan lainnya.
Dirimu yang memang begini dan memang begitu seringkali kau tekankan.

Manis sih. Sebentar..

Apa manis saja cukup? Ibarat kamu menyimpan air gula di tempat yang tidak tertutup? Pihak ketiga: Semut.

Jangan mencari, tapi ciptakan sendiri. Panci, kotak sabun, laci, kotak perhiasan ibumu, apapun. Karena ada terima untuk setiap rasa yang kuat dengan bukti yang tepat.

"A Gemini in Love: Needs a rational understanding of love" 

Penyakit gemini.

Monday, July 9, 2012

Luka Penyebab Mahkota

Come on closer just give it a shot
I'll never gonna ruin that beautiful thing inside
Come on closer I'll kiss the pain away
I'll be your cure and you'll be my love

Ingat bagaimana kamu menceritakan masa lalumu begitu lugas dan lantang? Pertemuan pertama kita di kafe tengah kota. Aku memerhatikan bagaimana pupil matamu bergerak kesana kemari berusaha mencari jawaban-jawaban untuk pertanyaanku. Aku ingat bagaimana kamu berkutat dengan Blackberry-mu, melindungi kepercayaan dirimu dari jebakan-jebakan verbal.

Satu kesimpulan yang bisa aku ambil tentangmu adalah, kamu cerdas dengan berpura-pura tidak cerdas. Melihat pion-pion verbal-mu yang menggambarkan dirimu sebagai singa yang berjaya atas kekuasaannya, kepercayaan diri yang adiktif bagiku. Pohon-pohon rindang di sekitar kita pun seakan turut mendengarkan sambil menghisap asap rokokmu.

Namun ada satu hal yang mengganjal. Ingat mantan kamu yang terakhir? Iya, yang menurut kamu dia adalah manusia paling brengsek yang pernah kamu kenal. Begitu kecewanya kamu hingga aku harus mengakui bahwa dialah penguasa kerajaan di hatimu.

Lalu apa? Serahkan alur cerita kepada kesabaran dalam ketidakpastian? Ah, hanya Gemini yang bisa memutuskan kelanjutan kisah ini. Hehehe....

Tuesday, July 3, 2012

Sore Tanya Sendiri

Sore ini horror. Aku dihantui satu kalimat bijak yang cukup singkat namun keberadaannya masih menjadi misteri bagi logika ini.

Apa sih arti be yourself itu sebenarnya?
Kamu yakin sudah cukup be yourself?
Oh yakin.. Jadi diri kamu yang sebenarnya begini doang nih?
Hahahaha canda.

Suatu ketika aku pertanyakan ini di sosial media 140 karakter tersebut. Seorang kawan menanggapi, "Cie yang belum tau jati dirinya.." Ah sial! Hahahaha. Nah, belum terpecahkan arti be yourself, kini muncul pertanyaan lagi:

Jati diri itu apa sih?
Emang kamu yakin sudah menemukannya?
Oh yakin.. Nemu dimana? Karena kalau aku memang belum menemukannya lebih baik aku menciptakannya saja sendiri, suka-suka aku dong tentunya.

Okay, entah aku memang dangkal tapi aku kadang berkesimpulan bahwa keduanya memiliki korelasi: labeling. Karena tentu yang melihat jati diri dalam diri kita ya orang lain, dan tentu mereka yang bisa menyimpulkan kita dalam satu persepsi. Entah labeling dalam bentuk implicit personality theory atau stereotyping. Atau mungkin primacy recency?

"Ah si dangkal yang sok pintar kau, dasar penulis blog", gumam si kurang percaya diri ke telingaku. Terlalu bulat tekad ini untuk memecahkan misteri. Berharap rasio dan emosi bisa bekerja sama dengan baik, aku mulai meditasi.

1... 2... 3... 9... 12... 19... Tring!

Jawabannya muncul! Siapkan pena dan perkamen! Kita akan keliling benua untuk menyebarkan iman kepada jati diri!

Canda.

Aku lupa bahwa aku Gemini. Alhamdulillah, bahagia meski masih berkelana.

Thursday, June 28, 2012

Masa Lalu Malu

Sudah terlalu lama tak berjumpa, kini dirinya menjadi seorang sosok manusia. Seperti peribahasa modern, "sudah jadi orang". Bahkan memori terlalu malu untuk menanggapinya, takut dosa katanya.

Walaupun namanya sudah melebur dengan fragmen-fragmen masa lalu yang lain tapi senyumnya masih terselip di antara arsip-arsip. Hehehehe.....

Tuesday, June 12, 2012

Definisi Ima

Namanya Ima. Dia sosok yang mengisi hari-hariku. Penampilannya tak terdefinisikan sama sekali. Dia bisa bagaikan duyung yang bermain biola di tepi karang, meminta untuk dijemput ke pesisir. Dia juga bisa bagaikan medusa yang tidak bisa terima dengan apa yang dikatakan dongeng-dongeng tentangnya diluar sana. Tepat saat ini dia kugambarkan bagai seorang gadis sederhana yang sedang menanti bus kota yang menuju arah rumahnya. Di tangannya penuh dengan buku-buku karya C.S. Lewis dan juga Saatchi. Oya semua orang mengenalnya kok, dia biasa disebut imajinasi.

Sekarang giliranmu untuk definisikan dia. Berani, kan? Hehehe..

Sunday, June 10, 2012

Delusional Letter

Suatu malam mendapatkan diri nggak bisa tidur karena excited ngebayangin serunya industri periklanan. Akhirnya gue ngetik cover letter (yang ceritanya bakal gue gunakan untuk apply) di note handphone dan baru di-share sekarang:

Dear Mr. Creative Director

By this letter I'm about to tell you so bad bad bad news. Before Ash Ketchum turns 11 and Pikachu starts needing Energizer. Before there is 109th Star of Destiny which is just a horrible Siren. Before Cid appears as lady boy on new series called Fag Fantasy. Before Mario and Luigi leaves Nintendo just to join Tekken Tournament. Before zombies recognize Umbrella.Inc was a Barbie industry. Before you realize this one is called direct marketing mail. I want to grow up in *Agency's Name* with your guidance so I can level up our team and beat the boss (client's problem).


Sincerely,

The one you can summon
www.behance.net/wafibtf

 Yup, gue mengharapkan CD gue nanti adalah seorang gamer hahaha..

Tuesday, June 5, 2012

Tumbuhan Tak Dikenal

Meninggalkan Jerman setelah insiden konferensi bioteknologi di Berlin, Henry dan Claudia kini telah berkeluarga. Penyamarannya di masa lalu membuat Henry memiliki pengetahuan lebih, salah satunya di bidang herbology yang menjadi bidang pekerjaannya disini. Bekerja sama dengan Henry, Claudia kini menjadi pengelola restauran khusus vegan di Brazil.

Mereka terlihat bersih dari pekerjaan sebelumnya terutama Henry. Faktanya Henry juga menggunakan ilmu herbology-nya untuk menciptakan sleeping herb, dan bahkan dia menjadi pemasok sleeping herb terbesar baik untuk pihak mafia gelap maupun pemerintah Brazil. Sudah tidak terlalu melekat dengan status penjahat namun tetap bergerak di industri gelap.

PS: Tumbuh dari jebakan hingga menjadi manfaat atas identitas "Unknown" (2011)

Tuesday, May 29, 2012

Laporan Keuangan Bahagia

Wesley Gibson, pembunuh terbaik di kota Chicago. Sayangnya itu masa lalu karena sekarang dia kembali bekerja ke titik awal kejenuhannya, bidang akuntansi. Berbeda dengan 3 tahun yang lalu dimana hanya kata sifat bernama muak menjadi trending topic dalam benaknya, kali ini Wesley justru bekerja dengan bergairah. Dia tidak lagi mengeluh atas pekerjaannya meskipun kesibukan begitu menyita waktunya. Dia bahkan sempat untuk mencegah kemampuan dan insting membunuhnya berkarat dengan latihan rutin tiap malam.

Semua orang yang mengenalnya tidak pernah mengetahui apa rahasia dibalik semangat hidupnya. Gosipnya sih dia bekerja sebagai seorang kepala akuntan di perusahaan gelap yang melayani jasa assassination.

PS: Tetap menghitung, tetap membunuh dan tanpa dicari, "Wanted" (2008).

Friday, May 18, 2012

Romansa Nyinyir

Nggak usahlah kamu nyengir-nyengir layaknya bodoh dan amatir
Karena yang aku ketahui terlalu banyak, maka wajar aku mengelak.
Predikat nyinyir dirubah oleh rasa takut akan kehilangan hingga menciptakan rasa ketir-ketir
Mie rebus setengah matang untukmu ini menjadi saksi, hipnosis apa ini?

Sudahlah,
Rasa heran ini mungkin pertanda, bahwa kamu bukan seorang yang mengada-ada.
Ya maklum, tanpa aku, kamu hanyalah budak sang mertua baru.
Hahahaha.. aku bercanda.
Karena cuma kamu, penghapus karet yang lunak bagi kerasnya kreasi dari goresan pensil hitam.

Monday, May 14, 2012

Huruf

"ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZ!"

Mungkin kita menganggapnya sebagai susunan memory yang sudah tak perlu memiliki singgasana di otak. Mungkin segala pertanyaan menyangkut deretan alfabet tak ada yang mampu menembus ketidak tahuan kita.
Semua tahu A adalah awal, pertama dan unggulan.
Semua juga tahu ketika kita terlelap dalam akhir hari, huruf Z berbahagia akan haknya.
Apa lagi sih yang kita tidak ketahui?
Dan sesungguhnya kalimat yang kita baca sebelum ini hanya bertujuan untuk membahagian para guru sekolah dasar.

Ada anak bertanya kepada mamanya kenapa setelah huruf C ada huruf D. Karena menurut dia susunannya terbalik, tegasnya dia menjelaskan bahwa setelah derita akan ada cerita. Harusnya huruf D baru dilanjutkan dengan huruf C.

Mamanya hanya tersenyum menanggapi kecerdasan dalam diri anaknya. Mama menjelaskan bahwa hidup tidak hanya berkaitan dengan satu kesalahan dalam sudut pandang. Karena hidup tidak hanya terletak di huruf C dan D. Ada A dan B, begitu juga E hingga Z. Sang anak terlihat bingung karena jawaban yang terlalu bertele-tele. Sebelum ditanya kembali, mama menyampaikan intinya:

"Karena sudah seharusnya kita menyadari bahwa ada cerita setelah bahagia seperti susunan huruf C setelah huruf B"

Rasa Untuk Mata

"From now on, I am your eyes"

Karena sesungguhnya ada rasa dalam percaya yang katau tanamkan.
Tumbuh? Aku harap kamu tidak gundah menunggu bila aku pergi mencari pupuk.

Lagipula mereka semua pasti menyesal melewatkan kesempatan untuk memamerkan kebesaran Tuhannya. Dan aku juga akan sangat menyesal bila tidak mencintai dirimu sebagai kebesarannya.

Terima kasih sayang atas kepercayaannya.

By the way, aku bawa muffin kesukaan kamu.

Thursday, May 10, 2012

Es Kelapa Dicampur Kopi

Akhirnya aku sampai, 4 jam perjalanan tak ada artinya demi pantai ini. Ya setidaknya itu alasan yang aku sampaikan ke sahabat-sahabatku di Jakarta, walaupun faktanya aku kesini seorang diri untuk tujuan lain.

Berawal di sebuah situs kencan, hingga akhirnya pantai inilah yang aku tentukan sebagai altar sebuah momen dan rasa.

30 menit berlalu, akhirnya seseorang memecah perhatianku dari sunset yang begitu indah. Terbuktilah betapa mempesonanya dia, tak peduli raut wajahnya yang merasa kurang nyaman karena membuatku menunggu. Sekian detik aku sadar, betapa ruginya jika aku terlalu tenggelam dalam karya-Nya yang cantik ini. Setiap detik berlalu seakan-akan terlalu berharga untuk dilewati sia-sia.

Sore itu seharusnya kurasakan hawanya cukup dingin, namun kehadirannya menghangatkan. Sebuah es kelapa kami minum bersama, bercanda, dan keheningan setiap tatapan terencana menjadikan sore itu lebih indah, walaupun sebelumnya sore-soreku juga indah hanya dengan duduk di kantor dan melihat doodle-doodle gaduh yang selalu dia kirimkan via Yahoo Messenger. Kami berhubungan di dunia maya belum begitu lama, sekitar dua bulan.

Aku bahagia. Aku harap Jakarta dan seisinya bisa mengerti semua anugerah ini. Seketika muncullah sebuah ide gila. Aku sadar Jakarta masih punya harapan, setidaknya untuk diriku. Aku langsung meminangnya di tempat. Ya, terdengar gegabah namun terarah.

"Kamu tahu alasanku untuk tinggal di pantai ini apa?"
"Ya, karena kamu muak dengan Jakarta. Tapi aku yakin ada harapan di setiap kegaduhan."
"Hahahaha.." Dia tertawa seakan-akan aku baru berkata sebuah lelucon.
"Kenapa? Kamu nggak mau ikut aku?"
"Aku mau ikut kok, asal kamu mau izin untuk menikahiku langsung ke pacarku. Dia di Jakarta, terlalu sibuk meniti karir hingga tanpa sadar aku lupa dirinya sesaat."

Dia tidak pernah bilang punya pacar. Rasanya bagai terbentur batu karang. Cerita dua bulan ini buyar seketika dari kepalaku. Aku berniat meminum es kelapa terenak, tanpa perlu kusadari bahwa lidahku masih terasa kopi tanpa gula. Realita mungkin sudah bosan dengan kasus-kasus ini. Mereka bilang kopi darat, aku rasa aku tertiban kelapa darat. Sial.

Monday, April 16, 2012

Klimaks Si Nomor 1

Alexis Black, terkenal dengan kesabarannya dan ketelitiannya dalam kriminal. Namanya sempat tercatat sebagai peringkat 3 dalam daftar perampok bank paling dicari oleh FBI. Semenjak Vicellous Drum terbunuh di insiden perampokan Bank International USA, kini dia menduduki peringkat 1. Kelihaian Alexis juga didukung oleh insting peka dan jenius oleh sang suami, Tripp Kennedy.

Suatu hari sempat kedapatan situs FBI di-hack oleh Alexis dan menuliskan pernyataan bahwa namanya akan hilang dari daftar perampok bank paling dicari dalam waktu kurang lebih 2 tahun. Apakah ini trik yang lain? Atau keputusan serius untuk berhenti bermain?

PS: Selalu digunakan di tempat yang penuh pengganggu kecil bersayap, "Flypaper" (2011).

Sunday, April 15, 2012

Laba-Laba CIA

Evelyn Salt, namanya melambung setelah insiden di Gedung Putih setahun yang lalu. Berhasil melarikan diri, rumornya gadis dingin ini keliling USA untuk menghabisi seluruh pemberontak Russia yang tersisa. Namun belum pernah ada yang melihatnya aksinya. CIA pun mengakui dia sebagai salah satu anggota terbaik yang pernah ada. Sayang, keberadaannya tak diketahui hingga saat ini. Atau mungkin dia sudah menemukan ketenangan batin bersama sekumpulan laba-laba di Taman Zoologi Nasional Smithsonian? Mungkin.

PS: Terima kasih atas inspirasinya, "Salt" (2010).

Friday, April 13, 2012

Hari Arian di Jumat ke-13


April memiliki Jumat ke-13
Salam untuk kawan baik yang sedang menkmati hari kelahirannya
Untuk seorang Arian, Prasetyo muda.

Permainan Pendosa

Sejuknya aroma pantai membangunkanku
Berlari menuju percikan ombak
Ada ubur-ubur menangis
Tak mampu berair karena tak bermata
Tak mengerti apa arti semua ini
Ku kembali memejamkan mata

Suara menggelagar
Mataku terbuka mendadak seakan pintu gawat darurat
Apa sih maksudnya?
Hujan dan gemuruh semakin murka
Berharap Zeus meninggalkan trident-nya tanpa sengaja
Dengan sadar, aku kembali ke alam bawah sadar

Kali ini seorang wanita terbaik
Menyentuh pundak-ku
Tersadar adalah bukan pilihan lagi
Dia berkata bahwa tidurku yang memanggilnya
Tidur yang menghapuskan kesucian

Kebodohanku medorongku untuk kembali ke air
Untuk ketiga kalinya aku basah
Dan dengan niat bulat, aku menemui wanita itu
 "Iya, Ma. Ini mau shalat kok."

Langit subuh menyejukkan tukang tidur
Setan pintar meracik bumbu dalam hati
Permainan selesai
Mengantuk namun beribadah
Akhirnya aku berhasil menjalankan kewajiban di wudhu ketiga.
Ketiga setelah kedua wudhu sebelumnya musnah oleh kantuk

Sunday, April 8, 2012

Figuran Berperan, Kita Terperangah

Diawali dengan tanggung jawab sebagai mahasiswa, ada Si Serius yang mengendap di benak kita. Dilanjut dengan Si Persepsi yang menguasai malam sebelum hari favoritnya sang surya. Dan diakhiri oleh Si Chemistry diantara dua orang sahabat, tak ada rasa malu dan memabukkan.

Sebuah perjalanan terjadi antara aku dengannya. Hubungan antar layar dan koneksi internet memfasilitasi kita. Si Serius mengawali perbincangan dengan mengangkat rumusan masalah dan analisa. Antara terpecahkan atau membiarkan adalah hasil temuan sementara Si Serius. Si Persepsi dengan santai menginterupsi dan mulai berdebat dengan si serius yang menggunakan kewajiban sebagai senjatanya! Si Persepsi tersenyum, dia menggunakan fakta-fakta historis yang terlalu manis akan peranan sebuah malam minggu. Panas? Mungkin. Tapi aku tak peduli. Si Chemistry mendinginkan perbincangan disini. Tanpa rasa malu dia memancing tawa antara aku dengannya. 

Dan maaf! Bahkan ketika jari-jariku menari diatas keyboard untuk menyampaikan bagaimana malam ini dengannya. Kemunculan namanya masih bisa menjadi distraksi, si chemistry terpanggil kembali.

Kembali ke bagian bagaimana Si Chemistry menghapuskan rasa malu di malam ini. Sedikit menyampaikan ulang, tugas kuliah yang telah diselesaikan oleh si serius, dilanjut dengan Si Persepsi yang membiarkan Si Chemistry bermain. Maka bermunculanlah kebahagian-kebahagiaan simple, bagaikan cokelat di hari Halloween yang dibungkus dengan berbagai macam bentuk. Ada pendapat, canda, gosip, sindiran, pengakuan bahkan curahan hati.

Bagian yang paling menarik adalah, ketika Si Chemistry mempermainkan kita! Ya, dia memancing kata-kata ber-tone desperate untuk keluar dari mulut kita. Kata-kata lawan bicaraku menyelam di dalam benakku dan kata-katanya menyelam di benakku. Memang kita berdua single, tapi kita strong dan independent kok. Denial? Tidak kok, tidak salah lagi hahahahaha..

Perbincangan malam ini berakhir. Dan aku bisa menyimpulkan bahwa kebahagian bisa muncul kapan saja kok, asal kita mau melihat sekitar atau bahkan melihat ke dalam diri kita sendiri. Selamat malam, para pencari rasa!


PS: Hai Serius, Persepsi dan Chemistry! Terima kasih banyak telah memeriahkan malam kita. Salam hangat dari sahabat!

Friday, April 6, 2012

Buktinya Mana?

Cowok: Pokoknya ya gue mau jadi creative director sukses, banyak uangnya, kalau kerja seneng terus sampai mampus. Dan nama gue bakal berjejer di award-award international.
Cewek: Oya?
Cowok: Iya! Malaikat juga tau kalau gue yakin sejuta persen sama mimpi gue! Uh nggak sabar!
Cewek: Oooh.. Buktinya mana? 
Cowok: Em.. hehehehe..
Narator: Apapun mimpimu jangan dibiarkan menjadi mimpi. Mari buktikan semangatmu dengan berkarya, bukan omong belaka.

Wednesday, April 4, 2012

Romansa Sederhana

I may be right, I may be wrong,
But I'm perfectly willing to swear
That when you turned and smiled at me
A nightingale sang in Berkeley Square

Jam menunjukan pukul 10 malam. Senyumnya terbentuk malu-malu. Lantunan jazz Rod Stewart bergesekkan dengan dentingan dari cangkir-cangkir kosong yang beradu ketika diangkat oleh waiter. Mengaduk teh hangat dengan sendok mungilnya, menjadi pelindung dari apa yang dia rasakan sekarang. Tak ada kontak mata! Ya, tak ada hingga kehangatan dirasakan oleh tangannya. Dia sedikit tertegup dan menatap seakan-akan matanya berkata seribu bahasa yang hendak disampaikan oleh hatinya. Kini terlihat, ketulusan mengusir rasa malunya. Aku nyaman bisa melihatnya. Tapi memang dialog kali ini sepertinya dikuasai oleh keheningan dan tatapan penuh arti, mungkin bibir merasa kecewa. Aku menebak bahwa tak ada kata yang berani mewakilkan dirinya untuk menggambarkan rasa.

Beberapa pengunjung lain berusaha tidak melihat adegan ini, entah mereka merasa terlalu berpengalaman dalam hal cinta atau memang mereka merasa terlalu klise untuk menyaksikan ketulusan sehingga mengatas-namakan drama sebagai sesuatu yang menggelikan. Tak peduli, yang aku percaya saat seperti ini memang harus dinikmati. Helaian rambutnya begitu mempesona, ditambah senyuman sederhana yang terlalu berarti.

"Maaf mengganggu, setengah jam lagi kita tutup. Ada yang mau dipesan lagi?" Dengan sangat menyesal aku harus memecah suasana manis kedua pasangan ini. Aku terlalu sejuk memandang mereka dari meja resepsionis.

"Oh, nggak kok. Kita udah selesai. Boleh minta bill-nya, Mas?" Jawab pasangan si manis. Dengan sigap aku segera memberikan bill-nya sambil senyum menambahkan, "Bahagia itu sederhana ya? Mampir lagi ya."

Dengan jawaban non-verbal yang berarti mengiyakan, lalu mereka meninggalkan cafe ini dengan tawa kecil.

Saturday, March 31, 2012

Duel yang Dinanti-Nanti

Sudah bukan rahasia lagi jika Kelas Perlindungan Terhadap Ilmu Hitam merupakan kelas favorite Snape. Dan hari ini seluruh murid tahun keempat akan mempelajari duel. Snape tersenyum, bukan sekedar tersenyum senang akan materi pelajaran favoritnya
ini, tetapi juga senyuman yang meracik antusiasme menjadi sebuah nafsu membunuh.

"Severus Snape akan berlatih duel bersama James Potter," Saut Profesor. Murid mulai bergiliran untuk duel dengan partner yang telah ditentukan sementara jantung Snape pun semakin menggebu-gebu seakan-akan ingin keluar dari rusuknya. Semua juga tahu bahwa Snape menyimpan rasa tidak suka terhadap James. Snape sudah membayangkan bagaimana ia akan merobek-robek kulit James, melilitnya di dedalu perkasa dan hal liar lainnya sampai tiba-tiba imajinasinya terdistraksi oleh panggilan untuknya dan James,"Giliran kalian".

Mereka berdua sudah di arena. James terlihat begitu santai, bahkan tidak mempedulikan antusiasme yang terlihat dari sorotan mata Snape.

"3, 2, 1!"
 
"Protego!", dengan sigap James langsung mengeluarkan mantera proteksi. Sepertinya gerakan Snape terbaca.
"Lumos Solem," Cahaya yang sangat terang tiba-tiba muncul dari tongkat kayu oak milik Snape. James sedikit mengalami kesulitan dalam penglihatan dan mencoba menyerang dengan mantera Flipendo yang ternyata mengenai bahu kiri Snape.
"Bombarda Maxima!" Seketika cahaya redup dari tongkat Snape hilang dan menimbulkan ledakan di arena yang terbuat dari lantai batu. Belum selesai, Snape melanjutkan,"Vera Vecto!" dan bekas ledakan yang terdiri dari batu-batuan itu berubah menjadi puluhan burung gagak yang hendak menyerang James. Tongkat James direbut oleh salah satu gagak, sisanya menyerang jubahnya dan mengacaukan area penglihatan James dengan kepakan sayapnya.

"50 poin untuk Slytherin," adalah kalimat terakhir dari profesor sebelum meninggalkan kelas. Snape senyum puas seketika.

Friday, March 30, 2012

Celoteh Si Gemini Iklan

Halo! Sebelumnya sebagai Gemini saya mohon maaf atas rumah-rumah tulisan yang sebelumya saya rawat tapi dijajah oleh rasa jenuh. Sebenarnya alasan saya menciptakan rumah tulisan ini tidak lain dan tidak bukan adalah untuk belajar dengan berkarya. Ya, saya akan selalu mencari tempat untuk menghapuskan rasa "haus" ini.

Perkenalkan, Gemini. Hanya sebuah judul rumah tulisan ini, konstelasi yang cukup menarik. Dua pribadi (mereka bilang). Saya sendiri tidak merasa begitu dan tidak percaya. Kata Mama,"Zodiak itu musyrik ya!". Maka, semakin mantaplah saya untuk tidak percaya. Namun seiring dengan tarian waktu, terbentuklah kecintaan saya akan sebuah cerita dibalik astrologi. Dimana rasi-rasi bintang diatas kita mampu membuat kita tersenyum karena dua alasan; keindahannya dan ketepatannya.

Dan terima kasih sudah mau membaca satu paragraf iklan diatas, yang isinya hanyalah tentang saya hahahaha. Mengenai rumah ini, saya tidak bisa menjamin akan hanya ada saya. Tapi akan ada gue, aku, atau mungkin "wa"? Hahahaha.. No need to be well-mannered. Cukup izinkan Gemini menemukan jati dirinya. Kalau kejenuhan mulai mengincar rumah ini, saya harap ada yang baik hati untuk mengingatkan saya. Dan saya harap semua akan indah pada waktunya.... Em, Mas nasi goreng kambing saya belum jadi ya?

Salam hangat, Wafi, mahasiswa iklan, 19 tahun.

Mas, jangan lupa nasinya nggak pakai sambal ya!