Wednesday, October 10, 2012

Sakit Original

Awalnya kita sehat. Mengunyah empat sehat.
Sehat di setiap sudut anggota. Menyempurnakan dengan lima.
Sehat itu mahal, kecuali untuk kita para milyarder.

Hingga akhirnya kita dipaksa kenalan dengannya. Iya, sakit.
Sehat sehat sehat sakit sehat. Alhamdulillah.
Untungnya sakit cuma tamu sesaat.
Eh, bel bunyi? Kayaknya kita kedatangan tamu.

Sakit. Tapi kali ini berbeda.
Dia tak lagi berwujud getah hijau.
Dia juga bukan si-tak-terlihat-dengan-kemampuan-membelah-diri

Matanya terlalu indah untuk disebut Sakit. Terpantul masa depan yang kita harapkan.
Senyum mungilnya membuat kita tak percaya bahwa dialah Sakit.
Aduh, Sakit itu fake. Demikian kita semua tak ingin percaya.

Sakit masuk, minum kopi, tersenyum, tertawa, bercanda. Bahagia banget atau bahagia aja?
Lalu pulang dan tak kembali.
Sakit, originally.

No comments:

Post a Comment