I will never forget how the string made
I will never forget how you tasted the best penne in town
I will never forget your humble first presence in the busy morning
Remember you tried to kidnap me but ended up I was the one who kidnap you..
You know what? You actually kidnapped me.
From the sorrow I'd been dwelling
From the doubt I'd been fighting
From the negativity I'd been trying to conquer
Because in this very honest moment,
I wish to feel more and bigger love from you
But that's not what I need
I need to feel it more from myself
The one I've been neglected for long time
So I'm sorry, you
And also goes to myself.
Sorry.
There it goes best personal kidnapping story.
Saturday, October 29, 2016
Sunday, October 16, 2016
Chicken Salsa
Hari ini bangun jam 6 pagi tidak begitu sulit. Aneh.
Meengingat pagi tidak pernah bersahabat dengan tubuh ini.
Sebenarnya karena mimpi menyapa bangun.
Yang biasanya acuh lalu tidur kembali, kali ini tidak. Aneh.
Mimpi ini juga absurd, sampai-sampai muncul keharusan
Untuk merekamnya di tautan ini dalam bentuk kata demi kata.
Berawal dari pergaulan bersama temen SD yang akrab.
Saking akrabnya sampai pinjem sendal ke rumahnya
dan kelling gang perumahan teman-teman SD yang saking akrabnya,
motong jalanpun tinggal melewati rumahnya. Aneh.
Yang lebih aneh lagi, almarhumah tante ada di ruang tamu.
Duduk sedang menonton televisi, hobinya.
Dia ingin chicken salsa McD.
Lucu, dapur pun berubah menjadi counter McD.
Begitu sulit untuk membelikan dia Chicken Salsa tersebut.
Si mbak saja sampai bengong pas mendengar keberadaan almarhumah.
"Bener ada dia?"
"Mbak, saya tuh lagi ngobrol sama siapa sih di depan?"
"Fildza.. tapi dia di kamar."
Bahkan di mimpi tersebut pelaku seperti orang tidak waras.
Bulak-balik ke ruang tamu, karena dialog hanya bersifat hospitality,
yang selalu direspon demand almarhumah dengan pertanyaan "ngerti nggak?"
Tapi tetap pesanan terakhir yaitu yaitu Chicken Salsa.
Padahal manusianya masih bingung karena eksistensi almarhumah sendiri.
Akhirnya dipesan Chicken Salsa, yang tak kunjung datang.
Terakhir kalinya ke dapur yang berubah jadi counter McD itu,
Briefing si Mbak sekali lagi untuk Chicken Salsa..
Kali ini ditambah pemandangan tuyul mencuri di dapur.
Sayangnya tuyul ini terabaikan, mengingat eksistensi almarhumah terlalu overwhelming.
Lalu almarhumah, berubah pikiran berkata ingin pulang saja karena sudah larut malam.
Yang di mana rumahnya bersebelahan.
Pas diantar, lagi-lagi dia berkata "ngerti nggak?"
sambil muka senyum dan kedua tangannya menggengam lengan ini.
Kebangun.
It felt, so real.
Kangen kali ya?
Meengingat pagi tidak pernah bersahabat dengan tubuh ini.
Sebenarnya karena mimpi menyapa bangun.
Yang biasanya acuh lalu tidur kembali, kali ini tidak. Aneh.
Mimpi ini juga absurd, sampai-sampai muncul keharusan
Untuk merekamnya di tautan ini dalam bentuk kata demi kata.
Berawal dari pergaulan bersama temen SD yang akrab.
Saking akrabnya sampai pinjem sendal ke rumahnya
dan kelling gang perumahan teman-teman SD yang saking akrabnya,
motong jalanpun tinggal melewati rumahnya. Aneh.
Yang lebih aneh lagi, almarhumah tante ada di ruang tamu.
Duduk sedang menonton televisi, hobinya.
Dia ingin chicken salsa McD.
Lucu, dapur pun berubah menjadi counter McD.
Begitu sulit untuk membelikan dia Chicken Salsa tersebut.
Si mbak saja sampai bengong pas mendengar keberadaan almarhumah.
"Bener ada dia?"
"Mbak, saya tuh lagi ngobrol sama siapa sih di depan?"
"Fildza.. tapi dia di kamar."
Bahkan di mimpi tersebut pelaku seperti orang tidak waras.
Bulak-balik ke ruang tamu, karena dialog hanya bersifat hospitality,
yang selalu direspon demand almarhumah dengan pertanyaan "ngerti nggak?"
Tapi tetap pesanan terakhir yaitu yaitu Chicken Salsa.
Padahal manusianya masih bingung karena eksistensi almarhumah sendiri.
Akhirnya dipesan Chicken Salsa, yang tak kunjung datang.
Terakhir kalinya ke dapur yang berubah jadi counter McD itu,
Briefing si Mbak sekali lagi untuk Chicken Salsa..
Kali ini ditambah pemandangan tuyul mencuri di dapur.
Sayangnya tuyul ini terabaikan, mengingat eksistensi almarhumah terlalu overwhelming.
Lalu almarhumah, berubah pikiran berkata ingin pulang saja karena sudah larut malam.
Yang di mana rumahnya bersebelahan.
Pas diantar, lagi-lagi dia berkata "ngerti nggak?"
sambil muka senyum dan kedua tangannya menggengam lengan ini.
Kebangun.
It felt, so real.
Kangen kali ya?
Thursday, October 6, 2016
Doa Takut
Berbisik di malam hari.
Mengingatkan ketidaksempurnaan diri
.. sedikit demi sedikit.
Mata amatir berkata ini ancaman,
sayangnya mata ini profesional.
Baik dalam terpejam untuk bersyukur
ataupun ketika membendung ombak rasa
Diri ini melihat takut sebagai hidup.
Takut sebagai indikator kesehatan,
mesin pertahanan pertama,
atau desir emosi motivasi.
Mata ini merekam akar takut
namun otak terbatas
dan saya bersyukur.
Hati tidak akan pernah lupa.
Bahwa saya takut jiwa ini lupa bersyukur
akan kehadiran anda yang menyebalkan
namun mendamaikan jiwa
Takut akan selalu mengingatkan saya
rasa kebahagiaan pantai selatan
yang tak akan pernah saya nodai
ataupun orang lain.
Amin.
Mengingatkan ketidaksempurnaan diri
.. sedikit demi sedikit.
Mata amatir berkata ini ancaman,
sayangnya mata ini profesional.
Baik dalam terpejam untuk bersyukur
ataupun ketika membendung ombak rasa
Diri ini melihat takut sebagai hidup.
Takut sebagai indikator kesehatan,
mesin pertahanan pertama,
atau desir emosi motivasi.
Mata ini merekam akar takut
namun otak terbatas
dan saya bersyukur.
Hati tidak akan pernah lupa.
Bahwa saya takut jiwa ini lupa bersyukur
akan kehadiran anda yang menyebalkan
namun mendamaikan jiwa
Takut akan selalu mengingatkan saya
rasa kebahagiaan pantai selatan
yang tak akan pernah saya nodai
ataupun orang lain.
Amin.
Subscribe to:
Posts (Atom)