Berbisik di malam hari.
Mengingatkan ketidaksempurnaan diri
.. sedikit demi sedikit.
Mata amatir berkata ini ancaman,
sayangnya mata ini profesional.
Baik dalam terpejam untuk bersyukur
ataupun ketika membendung ombak rasa
Diri ini melihat takut sebagai hidup.
Takut sebagai indikator kesehatan,
mesin pertahanan pertama,
atau desir emosi motivasi.
Mata ini merekam akar takut
namun otak terbatas
dan saya bersyukur.
Hati tidak akan pernah lupa.
Bahwa saya takut jiwa ini lupa bersyukur
akan kehadiran anda yang menyebalkan
namun mendamaikan jiwa
Takut akan selalu mengingatkan saya
rasa kebahagiaan pantai selatan
yang tak akan pernah saya nodai
ataupun orang lain.
Amin.
No comments:
Post a Comment