Monday, July 23, 2012

Gemini Takut Semut

Dasar ego, singa, kerang, keras, David (Naif maksudnya) dan lainnya.
Dirimu yang memang begini dan memang begitu seringkali kau tekankan.

Manis sih. Sebentar..

Apa manis saja cukup? Ibarat kamu menyimpan air gula di tempat yang tidak tertutup? Pihak ketiga: Semut.

Jangan mencari, tapi ciptakan sendiri. Panci, kotak sabun, laci, kotak perhiasan ibumu, apapun. Karena ada terima untuk setiap rasa yang kuat dengan bukti yang tepat.

"A Gemini in Love: Needs a rational understanding of love" 

Penyakit gemini.

Monday, July 9, 2012

Luka Penyebab Mahkota

Come on closer just give it a shot
I'll never gonna ruin that beautiful thing inside
Come on closer I'll kiss the pain away
I'll be your cure and you'll be my love

Ingat bagaimana kamu menceritakan masa lalumu begitu lugas dan lantang? Pertemuan pertama kita di kafe tengah kota. Aku memerhatikan bagaimana pupil matamu bergerak kesana kemari berusaha mencari jawaban-jawaban untuk pertanyaanku. Aku ingat bagaimana kamu berkutat dengan Blackberry-mu, melindungi kepercayaan dirimu dari jebakan-jebakan verbal.

Satu kesimpulan yang bisa aku ambil tentangmu adalah, kamu cerdas dengan berpura-pura tidak cerdas. Melihat pion-pion verbal-mu yang menggambarkan dirimu sebagai singa yang berjaya atas kekuasaannya, kepercayaan diri yang adiktif bagiku. Pohon-pohon rindang di sekitar kita pun seakan turut mendengarkan sambil menghisap asap rokokmu.

Namun ada satu hal yang mengganjal. Ingat mantan kamu yang terakhir? Iya, yang menurut kamu dia adalah manusia paling brengsek yang pernah kamu kenal. Begitu kecewanya kamu hingga aku harus mengakui bahwa dialah penguasa kerajaan di hatimu.

Lalu apa? Serahkan alur cerita kepada kesabaran dalam ketidakpastian? Ah, hanya Gemini yang bisa memutuskan kelanjutan kisah ini. Hehehe....

Tuesday, July 3, 2012

Sore Tanya Sendiri

Sore ini horror. Aku dihantui satu kalimat bijak yang cukup singkat namun keberadaannya masih menjadi misteri bagi logika ini.

Apa sih arti be yourself itu sebenarnya?
Kamu yakin sudah cukup be yourself?
Oh yakin.. Jadi diri kamu yang sebenarnya begini doang nih?
Hahahaha canda.

Suatu ketika aku pertanyakan ini di sosial media 140 karakter tersebut. Seorang kawan menanggapi, "Cie yang belum tau jati dirinya.." Ah sial! Hahahaha. Nah, belum terpecahkan arti be yourself, kini muncul pertanyaan lagi:

Jati diri itu apa sih?
Emang kamu yakin sudah menemukannya?
Oh yakin.. Nemu dimana? Karena kalau aku memang belum menemukannya lebih baik aku menciptakannya saja sendiri, suka-suka aku dong tentunya.

Okay, entah aku memang dangkal tapi aku kadang berkesimpulan bahwa keduanya memiliki korelasi: labeling. Karena tentu yang melihat jati diri dalam diri kita ya orang lain, dan tentu mereka yang bisa menyimpulkan kita dalam satu persepsi. Entah labeling dalam bentuk implicit personality theory atau stereotyping. Atau mungkin primacy recency?

"Ah si dangkal yang sok pintar kau, dasar penulis blog", gumam si kurang percaya diri ke telingaku. Terlalu bulat tekad ini untuk memecahkan misteri. Berharap rasio dan emosi bisa bekerja sama dengan baik, aku mulai meditasi.

1... 2... 3... 9... 12... 19... Tring!

Jawabannya muncul! Siapkan pena dan perkamen! Kita akan keliling benua untuk menyebarkan iman kepada jati diri!

Canda.

Aku lupa bahwa aku Gemini. Alhamdulillah, bahagia meski masih berkelana.