Sore ini horror. Aku dihantui satu kalimat bijak yang cukup singkat namun keberadaannya masih menjadi misteri bagi logika ini.
Apa sih arti be yourself itu sebenarnya?
Kamu yakin sudah cukup be yourself?
Oh yakin.. Jadi diri kamu yang sebenarnya begini doang nih?
Hahahaha canda.
Suatu ketika aku pertanyakan ini di sosial media 140 karakter tersebut. Seorang kawan menanggapi, "Cie yang belum tau jati dirinya.." Ah sial! Hahahaha. Nah, belum terpecahkan arti be yourself, kini muncul pertanyaan lagi:
Jati diri itu apa sih?
Emang kamu yakin sudah menemukannya?
Oh yakin.. Nemu dimana? Karena kalau aku memang belum menemukannya lebih baik aku menciptakannya saja sendiri, suka-suka aku dong tentunya.
Okay, entah aku memang dangkal tapi aku kadang berkesimpulan bahwa keduanya memiliki korelasi: labeling. Karena tentu yang melihat jati diri dalam diri kita ya orang lain, dan tentu mereka yang bisa menyimpulkan kita dalam satu persepsi. Entah labeling dalam bentuk implicit personality theory atau stereotyping. Atau mungkin primacy recency?
"Ah si dangkal yang sok pintar kau, dasar penulis blog", gumam si kurang percaya diri ke telingaku. Terlalu bulat tekad ini untuk memecahkan misteri. Berharap rasio dan emosi bisa bekerja sama dengan baik, aku mulai meditasi.
1... 2... 3... 9... 12... 19... Tring!
Jawabannya muncul! Siapkan pena dan perkamen! Kita akan keliling benua untuk menyebarkan iman kepada jati diri!
Canda.
Aku lupa bahwa aku Gemini. Alhamdulillah, bahagia meski masih berkelana.
No comments:
Post a Comment