Kenalkan, 2012 dengan warnanya
Januari penuh warna
Februari satu warna pudar namun tak menghapuskan kecerian kombinasinya
Maret hingga Mei tetap ramai dengan warna-warna dalam garis yang damai
Juni semakin riang gembira, kontras warnanya meningkat drastis.
Juli memiliki warna baru, kali ini warna rasa syukur yang melengkapi keceriaan yang lain
Agustus kehilangan warna baik yang belum lama singgah, warna syukur tersebut maupun beberapa warna ceria
September belum stabil, sang warna saling mencari warna lainnya
Oktober dipertemukan dengan warna yang sempat menghilang di Agustus, tapi tidak melengkapi
November kembali seperti semula, warna-warna ceria sehari-hari
Desember ini kedatangan tamu warna rasa ego untuk beberapa saat
Saya tunggu kembalinya Januari yang penuh warna, semoga tetap penuh
Salam Gemini untuk 2013
Happy New Year!
Monday, December 31, 2012
Monday, December 24, 2012
Hutang Kebahagiaan
Hari ini sampai rumah.
Kangen kamar dan isinya dong?
Kangen makanan rumah tanpa harus nyari dompet lagi?
Bahkan kurun waktu yang hanya seminggu dua minggu bisa menjawabnya.
Yaiyalah kangen.
Sampai kamar
Buka laci banyak biskuit rasa pisang cokelat
Komik-komik berdiri rapi di meja belajar bagai serdadu catur di awal permainan
Lalu lompat ke kasur
Charge handphone lalu ketiduran
Nikmat banget
Sampai ruang makan
Cek kulkas banyak susu
Cokelat yang nyempil-nyempil manis di freezer
Meja makan ada geng tempe tepung, tumis kangkung dan ayam cabe hijau
Kenyang tanpa harus dengar "Sepuluh ribu, Mas."
Siapa yang bertanggung jawab atas rasa bahagia ini?
Apakah dia bahagia juga?
Aduh.
Kalau sampai nggak bahagia, sumpah umur 20 tahun ini harus bisa ganti rugi.
Semacam kontrak sampai sisa hidup.
Untuk balas semuanya, lebih dari yang dia kasih.
Ya nggak mungkin juga sih sampai lebih.
Ya tapi harus. Anggap aja tantangan untuk kita berdua.
Sayang banget sama Mama. Sumpah nggak bohong.
Kangen kamar dan isinya dong?
Kangen makanan rumah tanpa harus nyari dompet lagi?
Bahkan kurun waktu yang hanya seminggu dua minggu bisa menjawabnya.
Yaiyalah kangen.
Sampai kamar
Buka laci banyak biskuit rasa pisang cokelat
Komik-komik berdiri rapi di meja belajar bagai serdadu catur di awal permainan
Lalu lompat ke kasur
Charge handphone lalu ketiduran
Nikmat banget
Sampai ruang makan
Cek kulkas banyak susu
Cokelat yang nyempil-nyempil manis di freezer
Meja makan ada geng tempe tepung, tumis kangkung dan ayam cabe hijau
Kenyang tanpa harus dengar "Sepuluh ribu, Mas."
Siapa yang bertanggung jawab atas rasa bahagia ini?
Apakah dia bahagia juga?
Aduh.
Kalau sampai nggak bahagia, sumpah umur 20 tahun ini harus bisa ganti rugi.
Semacam kontrak sampai sisa hidup.
Untuk balas semuanya, lebih dari yang dia kasih.
Ya nggak mungkin juga sih sampai lebih.
Ya tapi harus. Anggap aja tantangan untuk kita berdua.
Sayang banget sama Mama. Sumpah nggak bohong.
Subscribe to:
Posts (Atom)