Monday, December 24, 2012

Hutang Kebahagiaan

Hari ini sampai rumah.
Kangen kamar dan isinya dong?
Kangen makanan rumah tanpa harus nyari dompet lagi?
Bahkan kurun waktu yang hanya seminggu dua minggu bisa menjawabnya.
Yaiyalah kangen.

Sampai kamar
Buka laci banyak biskuit rasa pisang cokelat
Komik-komik berdiri rapi di meja belajar bagai serdadu catur di awal permainan
Lalu lompat ke kasur
Charge handphone lalu ketiduran
Nikmat banget

Sampai ruang makan
Cek kulkas banyak susu
Cokelat yang nyempil-nyempil manis di freezer
Meja makan ada geng tempe tepung, tumis kangkung dan ayam cabe hijau
Kenyang tanpa harus dengar "Sepuluh ribu, Mas."

Siapa yang bertanggung jawab atas rasa bahagia ini?
Apakah dia bahagia juga?
Aduh.

Kalau sampai nggak bahagia, sumpah umur 20 tahun ini harus bisa ganti rugi.
Semacam kontrak sampai sisa hidup.
Untuk balas semuanya, lebih dari yang dia kasih.
Ya nggak mungkin juga sih sampai lebih.
Ya tapi harus. Anggap aja tantangan untuk kita berdua.

Sayang banget sama Mama. Sumpah nggak bohong.

No comments:

Post a Comment