Tuesday, May 29, 2012

Laporan Keuangan Bahagia

Wesley Gibson, pembunuh terbaik di kota Chicago. Sayangnya itu masa lalu karena sekarang dia kembali bekerja ke titik awal kejenuhannya, bidang akuntansi. Berbeda dengan 3 tahun yang lalu dimana hanya kata sifat bernama muak menjadi trending topic dalam benaknya, kali ini Wesley justru bekerja dengan bergairah. Dia tidak lagi mengeluh atas pekerjaannya meskipun kesibukan begitu menyita waktunya. Dia bahkan sempat untuk mencegah kemampuan dan insting membunuhnya berkarat dengan latihan rutin tiap malam.

Semua orang yang mengenalnya tidak pernah mengetahui apa rahasia dibalik semangat hidupnya. Gosipnya sih dia bekerja sebagai seorang kepala akuntan di perusahaan gelap yang melayani jasa assassination.

PS: Tetap menghitung, tetap membunuh dan tanpa dicari, "Wanted" (2008).

Friday, May 18, 2012

Romansa Nyinyir

Nggak usahlah kamu nyengir-nyengir layaknya bodoh dan amatir
Karena yang aku ketahui terlalu banyak, maka wajar aku mengelak.
Predikat nyinyir dirubah oleh rasa takut akan kehilangan hingga menciptakan rasa ketir-ketir
Mie rebus setengah matang untukmu ini menjadi saksi, hipnosis apa ini?

Sudahlah,
Rasa heran ini mungkin pertanda, bahwa kamu bukan seorang yang mengada-ada.
Ya maklum, tanpa aku, kamu hanyalah budak sang mertua baru.
Hahahaha.. aku bercanda.
Karena cuma kamu, penghapus karet yang lunak bagi kerasnya kreasi dari goresan pensil hitam.

Monday, May 14, 2012

Huruf

"ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZ!"

Mungkin kita menganggapnya sebagai susunan memory yang sudah tak perlu memiliki singgasana di otak. Mungkin segala pertanyaan menyangkut deretan alfabet tak ada yang mampu menembus ketidak tahuan kita.
Semua tahu A adalah awal, pertama dan unggulan.
Semua juga tahu ketika kita terlelap dalam akhir hari, huruf Z berbahagia akan haknya.
Apa lagi sih yang kita tidak ketahui?
Dan sesungguhnya kalimat yang kita baca sebelum ini hanya bertujuan untuk membahagian para guru sekolah dasar.

Ada anak bertanya kepada mamanya kenapa setelah huruf C ada huruf D. Karena menurut dia susunannya terbalik, tegasnya dia menjelaskan bahwa setelah derita akan ada cerita. Harusnya huruf D baru dilanjutkan dengan huruf C.

Mamanya hanya tersenyum menanggapi kecerdasan dalam diri anaknya. Mama menjelaskan bahwa hidup tidak hanya berkaitan dengan satu kesalahan dalam sudut pandang. Karena hidup tidak hanya terletak di huruf C dan D. Ada A dan B, begitu juga E hingga Z. Sang anak terlihat bingung karena jawaban yang terlalu bertele-tele. Sebelum ditanya kembali, mama menyampaikan intinya:

"Karena sudah seharusnya kita menyadari bahwa ada cerita setelah bahagia seperti susunan huruf C setelah huruf B"

Rasa Untuk Mata

"From now on, I am your eyes"

Karena sesungguhnya ada rasa dalam percaya yang katau tanamkan.
Tumbuh? Aku harap kamu tidak gundah menunggu bila aku pergi mencari pupuk.

Lagipula mereka semua pasti menyesal melewatkan kesempatan untuk memamerkan kebesaran Tuhannya. Dan aku juga akan sangat menyesal bila tidak mencintai dirimu sebagai kebesarannya.

Terima kasih sayang atas kepercayaannya.

By the way, aku bawa muffin kesukaan kamu.

Thursday, May 10, 2012

Es Kelapa Dicampur Kopi

Akhirnya aku sampai, 4 jam perjalanan tak ada artinya demi pantai ini. Ya setidaknya itu alasan yang aku sampaikan ke sahabat-sahabatku di Jakarta, walaupun faktanya aku kesini seorang diri untuk tujuan lain.

Berawal di sebuah situs kencan, hingga akhirnya pantai inilah yang aku tentukan sebagai altar sebuah momen dan rasa.

30 menit berlalu, akhirnya seseorang memecah perhatianku dari sunset yang begitu indah. Terbuktilah betapa mempesonanya dia, tak peduli raut wajahnya yang merasa kurang nyaman karena membuatku menunggu. Sekian detik aku sadar, betapa ruginya jika aku terlalu tenggelam dalam karya-Nya yang cantik ini. Setiap detik berlalu seakan-akan terlalu berharga untuk dilewati sia-sia.

Sore itu seharusnya kurasakan hawanya cukup dingin, namun kehadirannya menghangatkan. Sebuah es kelapa kami minum bersama, bercanda, dan keheningan setiap tatapan terencana menjadikan sore itu lebih indah, walaupun sebelumnya sore-soreku juga indah hanya dengan duduk di kantor dan melihat doodle-doodle gaduh yang selalu dia kirimkan via Yahoo Messenger. Kami berhubungan di dunia maya belum begitu lama, sekitar dua bulan.

Aku bahagia. Aku harap Jakarta dan seisinya bisa mengerti semua anugerah ini. Seketika muncullah sebuah ide gila. Aku sadar Jakarta masih punya harapan, setidaknya untuk diriku. Aku langsung meminangnya di tempat. Ya, terdengar gegabah namun terarah.

"Kamu tahu alasanku untuk tinggal di pantai ini apa?"
"Ya, karena kamu muak dengan Jakarta. Tapi aku yakin ada harapan di setiap kegaduhan."
"Hahahaha.." Dia tertawa seakan-akan aku baru berkata sebuah lelucon.
"Kenapa? Kamu nggak mau ikut aku?"
"Aku mau ikut kok, asal kamu mau izin untuk menikahiku langsung ke pacarku. Dia di Jakarta, terlalu sibuk meniti karir hingga tanpa sadar aku lupa dirinya sesaat."

Dia tidak pernah bilang punya pacar. Rasanya bagai terbentur batu karang. Cerita dua bulan ini buyar seketika dari kepalaku. Aku berniat meminum es kelapa terenak, tanpa perlu kusadari bahwa lidahku masih terasa kopi tanpa gula. Realita mungkin sudah bosan dengan kasus-kasus ini. Mereka bilang kopi darat, aku rasa aku tertiban kelapa darat. Sial.