Halo, perlu aku tanya apa kabar? Nggak ya? Kan kita masih follow-followan jadi aku tahulah. Basa-basi dulu boleh ya? Aku baru main Pokemon terbaru dong. Anyway, aku kangen kamu. Eh ini bukan basa-basi! Ini serius. Ini bahkan seratus duapuluh ribu lima ratus sembilan puluh duarius. Serius, aku bohong.
Jangan marah dong. Apa coba untungnya kangen? Sekarang aku tanya ya, emang kalau kangennya aku terobati kamu untung apa? Peluk? Cium? Atau bully? Nggak penting.
Kamu mau tau apa yang penting menurut aku? Senyum kamu.
Senyum sok imut kamu ketika aku bilang kamu cantiknya juara kalau bangun tidur.
Senyum sok tegar kamu ketika aku bilang jadwal jalan kita batal karena ada rapat mendadak.
Senyum nyinyir kamu ketika aku bilang bahwa pacar barunya si mantan anak nongkrong Mall Atrium.
Senyum sopan kamu ketika aku bilang ke mama kalau porsi makan kamu sepisin aja.
Senyum girang kamu ketika aku bilang ada cafe baru yang sering menyelenggarakan live music band Dua.
Senyum kamu, balasan senyum aku.
Yaudah, kamu nggak usah senyam-senyum juga.
Kan aku nggak bisa lihat juga.
Eh tapi boleh deh kirim kesini foto kamu yang lagi senyum.
Pakai baju yang aku kasih juga boleh.
Sebenarnya cuman mau pastiin aja kalau kamu masih suka tersenyum.
Kalau nggak senyum, aku buat kamu putus dengan senyum. Canda.
Mau bilang aja senyum obat segala penyakit.
Bosen ya aku bilang gitu terus?
Yang penting kamu jangan bosen senyum.
Aku tunggu sehat kamu di masa depan. Untuk donasi senyum kamu buat aku.
PS: Aku bohong kalau aku nggak kangen.
No comments:
Post a Comment