"Yang sampai warung si ncik duluan dia yang menang ya!"
"Bener ya? Hayuk!"
"Satu... Dua.. Tiga!"
Jaman dulu, seperti itulah kita melihat menang dan kalah.
Sekarang? Tidak hanya hitam putih, abu-abupun berperan.
"Aku berasa pemenang nih bisa duduk disini sama kamu hehehehe..."
"Pemenang? Ah.. Kalau pemenang berarti kamu nggak boleh nyesel ya sampai kapanpun!"
Pagi siang sore malam subuh.
Berputar tak kenal lelah.
Menang kalah menang kalah menang kalah, masalah?
"Kenapa kita harus duduk disini lagi?"
"Nyesel? Katanya pemenang."
Mati. Hahahaha...
"Bisa survive sejauh ini, bisa
cuek sama fakta kalau kamu kesini bukan untuk aku lagi, bahkan bisa
peluk orang lain walaupun dengan rasa yang berbeda, aku udah ngerasa
pemenang kok."
Karena perkara menang kalah sudah ada porsinya masing-masing. Pret.
No comments:
Post a Comment