Berlari menuju percikan ombak
Ada ubur-ubur menangis
Tak mampu berair karena tak bermata
Tak mengerti apa arti semua ini
Ku kembali memejamkan mata
Suara menggelagar
Mataku terbuka mendadak seakan pintu gawat darurat
Apa sih maksudnya?
Hujan dan gemuruh semakin murka
Berharap Zeus meninggalkan trident-nya tanpa sengaja
Dengan sadar, aku kembali ke alam bawah sadar
Kali ini seorang wanita terbaik
Menyentuh pundak-ku
Tersadar adalah bukan pilihan lagi
Dia berkata bahwa tidurku yang memanggilnya
Tidur yang menghapuskan kesucian
Kebodohanku medorongku untuk kembali ke air
Untuk ketiga kalinya aku basah
Dan dengan niat bulat, aku menemui wanita itu
"Iya, Ma. Ini mau shalat kok."
Langit subuh menyejukkan tukang tidur
Setan pintar meracik bumbu dalam hati
Permainan selesai
Mengantuk namun beribadah
Akhirnya aku berhasil menjalankan kewajiban di wudhu ketiga.
Ketiga setelah kedua wudhu sebelumnya musnah oleh kantuk
No comments:
Post a Comment