Iya.
Maaf ya,
Karena mungkin masalah adalah tinta dengan kualitas terbaik.
Makanya kembali mampir.
14 bulan 20 hari dan semenanjung ini terasa nyeri.
Prinsip hidup, yang entah sekarang ada di lemari yang mana.
Apa? Lemari merah? Oh bukan, itu lemari amarah.
Isinya kertas robek, pulpen tua yang sudah karatan dan geranat bekas.
Kalau dibuka, masih kerasa panasnya.
Walaupun jujur, memang di situ sumbernya prinsip
Sayang aja, belum dirangkum.
"Have it crossed your mind a question- Do we deserve more? Someone better?"
Lemari biru? Bukan, repot.
Bukanya aja harus hati-hati
Bisa tumpah.
Berkonten gundah dan getah emosi. Jijik.
Tapi sadar, sumber penyembuh ada di sana
Prinsip tidak di situ tentunya, karena dia lebih dari sekedar penyembuh.
Dia juga sang pencegah, pelindung.
"Do you think is it possible, that secret, will be revealed by itself?"
Lemari kuning? Sebentar, mungkin layak dicek.
Tidak ada.
Yang ada hanya
Berjam-jam gurauan
Berlapis-lapis harapan
Rangkuman senyuman
Kumpulan rasa senang.
Jebakan Batman.
Keadaan runyam, dibuatnya semakin tenggalam.
Memang ini yang buat kita bertahan bak pahlawan romansa.
Tapi tetap, tidak ada prinsip di sini.
"You are my universe"
Mungkin sudah waktunya istirahat.
Biarkan semesta bekerja dengan caranya.
Karena ada bantal untuk disyukuri,
mengingatkan manusia untuk rehat.
Maka bersandarlah,
dan sadarlah
bahwa masih ada dinding-dinding
yang bersaksi akan doa.
"il me déçoit parce que tu es à moi"
PS: Sedih, tapi percaya pagi akan menanti.
No comments:
Post a Comment